Free Widgets

Sabtu, 26 Mei 2012

5 Cara Wanita Menghalau stress

Menghadapi stres, perempuan dan laki-laki cenderung berbeda. Bila laki-laki biasanya mampu meredam stres dengan berdiam diri dalam area pribadinya, maka perempuan justru sebaliknya, lebih mudah mengatasi stres bila telah mengeluarkan semua unek-uneknya.
Sebuah penelitian oleh ahli jiwa Shelly E. Taylor, PhD, meneguhkan hal itu. menurutnya, perempuan cenderung menghadapi stres dengan cara memperhatikan orang-orang tercinta, mencari dukungan dari teman atau anggota keluarga. Taylor memberikan beberapa tips bagi perempuan untuk mengusir stres berikut ini:
1. Berbagi beban
Menurut pakar psikologi klinis Carol Goldberg, PhD, perempuan sebaiknya menjalin ikatan yang kuat baik dengan keluarga atau teman. Dengan begitu, saat Anda stres, Anda bisa langsung berbagi beban dengan mereka. Bagilah kesusahan Anda dengan teman yang bisa dipercaya.
2. Pendukung efektif
Carilah orang yang bisa membantu Anda dalam situasi yang penuh tekanan. Anda memerlukan orang-orang yang tidak cepat panik saat berada di bawah tekanan, orang yang tidak depresi, dan tentunya bukan orang yang selalu berpikiran buruk dan negatif sepanjang waktu. Pastikan orang-orang yang ada di sekitar Anda bisa mengendalikan stres dengan baik.
3. Penjaga rahasia
Pastikan mencari orang-orang yang bisa dipercaya, orang yang menghormati privasi Anda saat Anda stres.
4. Belajar menolak
Katakan 'tidak' saat Anda stres. Perempuan cenderung berusaha menjadi superwoman saat mereka stres, melakukan terlalu banyak hal pada orang lain dan mencoba melupakan masalah mereka untuk sementara waktu. Hal ini harus Anda hindari. Anda tidak bisa mengutamakan kepentingan orang lain dan menekan keinginan Anda. Pastikan mengutamakan diri Anda terlebih dahulu saat merasa stres.
5. Menghibur diri
Jangan ragu-ragu melakukan hal-hal untuk menambah energi, memperbaharui kepribadian, serta relaksasi. Manjakan diri Anda dengan berendam air hangat saat merasa stres, atau pergilah jalan-jalan, menghabiskan hari dengan teman, atau membaca buku, lakukan apa pun yang Anda gemari.

Senin, 21 Juni 2010

Shakira - Waka Waka (This Time for Africa) (The Official 2010 FIFA ...

Jumat, 18 Juni 2010

Biografi Imam Baihaqi

Imam Baihaqi (Khasrujard, 994/384 H - Naysabur, 1066/458 H), atau lengkapnya Abubakar Ahmad bin Husain bin Ali bin Abdullah al-Baihaqi (bahasa Arab: أبو بكر أحمد بن الحسين بن علي بن عبدالله البيهقي), adalah seorang ulama ahli fiqh, ushul fiqh, hadist, dan salah seorang tokoh utama dalam mazhab Syafi'i.
Daftar isi
* 1 Masa muda
* 2 Pengajaran
* 3 Karya-karya
* 4 Wafat
Masa muda
Imam Baihaqi dilahirkan di Khasrujard, Baihaq, yaitu di Naysabur di Persia (sekarang provinsi Khorasan, Iran) pada tahun 994. Ia mempelajari hadist dan mendalami fiqh mazhab Syafi'i, dan dalam hal akidah mengikuti mazhab Asy'ari. Dalam pencarian ilmunya, ia mendatangi para ulama di Baghdad, Kufah, dan Mekkah, sebelum akhirnya kembali lagi ke Baihaq.
Pengajaran
Imam Baihaqi kemudian mengajar di Naysabur, dan menjadi orang pertama yang mengumpulkan naskah-naskah fiqh Imam Syafi'i dalam kitabnya Al-Mabsuth, sekaligus menjadi penyebar fiqh mazhab Syafi'i. Imam al-Haramain al-Juwaini berkomentar tentang pemahaman Imam Baihaqi terhadap mazhab Syafi'i:
"Tidak ada pengikut mazhab Syafi'i yang mempunyai keutamaan melebihi Baihaqi, karena karyanya dalam mengembangkan mazhab dan pendapat Syafi'i."
Sedangkan Imam adz-Dzahabi pernah berkata mengenai keluasan ilmunya, bahwa kalau Al-Baihaqi menghendaki, maka ia mampu membuat mazhab sendiri karena keluasan ilmu dan pemahamannya akan masalah-masalah khilafiyah.
Karya-karya
Beberapa karya Imam Baihaqi, antara lain:
* Al-Sunan al-Kubra
* Ma`arifa al-Sunan wa al-Athar
* Bayan Khata Man Akhta`a `Ala al-Shafi`i
* Al-Mabsut
* Al-Asma’ wa al-Sifat
* Al-I`tiqad `ala Madhhab al-Salaf Ahl al-Sunna wa al-Jama`a
* Dala’il al-Nubuwwa
* Shu`ab al-Iman
* Al-Da`awat al-Kabir
* Al-Zuhd al-Kabir
* Al-Arb`un al-Sughra
* Al-Khilafiyyat
* Fada’il al-Awqat
* Manaqib al-Shafi`i
* Manaqib al-Imam Ahmad
* Tarikh Hukama al-Islam
Wafat
Imam Baihaqi wafat di Naysabur pada tahun 1066 dan dimakamkan di Khasrujard.
[sunting] Referensi
* Mursi, Muhammad Sa'id. Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah. Penerjemah: Khoirul Amru Harahap, Lc, MHI dan Achmad Faozan Lc. MAg, Cet. 1, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2007.
Abu Abdullah Muhammad bin Musa al-Khwarizmi edit.png Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya